Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak perusahaan ingin dapat kemudahan pemeriksaan bea cukai

Banyak perusahaan ingin dapat kemudahan pemeriksaan bea cukai Bea cukai sita rotan yang akan dikirim ke China. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengaku tidak mengincar tambahan penerimaan bea keluar dari program Authorized Economic Operator (AEO). Fasilitas pelonggaran pemeriksaan bagi eksportir terpercaya ini dianggap hanya mempermudah arus barang saja.

"Dampak pada penerimaan tidak ada kaitannya. AEO ini lebih dekat pada pemberian pelayanan yang lebih baik. Imigrasi, bea cukai, karantina, itu kan faktor penghambat, sekarang faktor itu kita ubah jadi pendukung," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12).

Keuntungannya, perusahaan yang tergabung di sistem AEO tidak lagi dipantau petugas khusus. Mereka dipercaya hanya menyampaikan hasil audit internal, dan bea cukai baru memeriksanya setengah tahun sekali.

Dirjen Bea Cukai optimis, pengusaha ekspor-impor akan tertarik mengikuti jejak 9 perusahaan yang ikut dalam uji coba awal. "Kita tidak menarget berapa yang akan terlibat, tapi kalau sembilan perusahaan ini terbukti bisa merasakan nikmatnya ikut AEO, yang lain pasti ikut serta," ujarnya.

Diharapkan, tahun depan seluruh anggota Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP), sebanyak 110 perusahaan, bisa bergabung dalam AEO. Belum lagi 22.000 perusahaan importir, yang juga potensial untuk ikut serta.

Agung menuturkan, pihaknya tidak memungut biaya bagi pengusaha yang ingin bergabung. Cuma, syarat dapat kemudahan pemeriksaan kepabeanan ini berat. Perusahaan harus benar-benar patuh aturan dan mau diaudit selama dua tahun.

Ketua APJP Made Dana Tangkas mengaku banyak pengusaha berminat dapat kemudahan ekspor seperti dalam AEO. Pihaknya kini akan menghitung pengurangan biaya logistik yang terjadi ketika fasilitas tersebut mulai dijalankan.

"Kalau sudah jelas sekali manfaatnya bisa kita sebar ke seluruh perusahaan supaya ikut serta. Terutama terkait pengurangan biaya logistik," kata Made.

Ditjen Bea dan Cukai mengklaim AEO juga akan berguna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk diketahui, otoritas pabean Malaysia dan Thailand sudah menjalankan sistem tersebut sejak beberapa tahun lalu.

"Makanya kita juga harus bersiap, karena pelaksanaan MEA kan tinggal setahun lagi. Nanti arus barang, termasuk di ASEAN akan lebih cepat keluar masuk," kata Agung.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP