Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak pekerja lulusan SD, perusahaan diminta buat pusat pelatihan

Banyak pekerja lulusan SD, perusahaan diminta buat pusat pelatihan Mayday. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah sedang mengupayakan peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor tenaga kerja. Hal ini berkaitan dengan dibukanya era persaingan global yang sudah melibatkan Indonesia, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN.

Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri meminta perusahaan di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga perusahaan swasta, untuk mendirikan pusat-pusat pelatihan.

"Kami mendorong untuk investasi SDM (sumber daya manusia) agar karir yang di bawah ini bisa naik karirnya," kata Hanif di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5).

Hanif mengatakan, saat ini masih banyak pekerja yang merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang relatif minim keterampilan. Hal ini menyebabkan rendahnya daya saing para pekerja tersebut. Di sisi lain, untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan kejuruan, para pekerja tersebut juga mengalami hambatan usia yang sudah semakin senja.

"Akhirnya kalau begini banyak mereka yang masuk kerja informal dan yang masuk industri mereka terjebak di pekerjaan tertentu dalam waktu lama," ujar Hanif.

Hanif pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke pabrik garmen dan mendapati karyawan bekerja memasang kancing baju hingga 20 tahun. Kondisi ini dinilai membahayakan generasi penerusnya yang berpotensi mengalami hal yang lebih buruk.

"Kami mengajak BUMN memperkuat training (pelatihan), ini jangan hanya ada gedungnya saja, tetapi harus ada (kegiatan) pelatihannya. Kami percaya jika digenjot SDM-nya lebih baik, maka dalam era MEA, pekerja sudah siap," ucap Hanif.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP