Banyak orang Indonesia latah investasi bisnis sektor properti
Merdeka.com - Investasi di sektor properti disebut-sebut lebih baik dibandingkan investasi di sektor keuangan. Masyarakat harus memahami bahwa masing-masing investasi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI), Hari Raharta Sudrajat berpendapat, pengetahuan sangat penting bagi investor untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat sebagai bagian dari strategi mengantisipasi kerugian dari investasi yang dilakukan.
Fenomena saat ini, banyak investor yang cenderung ikut-ikutan dalam investasi di sektor properti. Padahal tidak semua tahu dan memahami seluk beluknya serta tantangan dalam bisnis properti.
"Memang saat ini euforia (bisnis properti) terjadi di Indonesia. Sehingga membuat orang latah beli industri properti, harus bisa mengontrol, jadi seolah tinggal sedikit sehingga menjadi rebutan," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Proses Bisnis Industri Real Estat' di Restoran Kopitiam, Jakarta, Rabu (5/3).
Diakuinya, investasi di sektor properti tengah menjadi primadona saat ini. Tawaran untuk investasi di sektor properti, baik untuk dijual lagi maupun disewakan, semakin memikat. Namun dari sisi tantangan tidak boleh dilupakan. Salah satunya harga tanah yang semakin mahal.
Teori klasik, secara sederhana jumlah tanah di Indonesia tidak akan bertambah. Karena itulah harganya terus merangkak naik dari waktu ke waktu.
"Harga tanah bisa naik 2-3 kali lipat. Bisnis properti begitu masalah karena tanah kan tidak bisa dicetak kembali. Jadi barangnya (tanah) sudah tidak lagi," jelas dia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya