Banyak Miliarder Rugi, Warren Buffet Kembali Jadi Orang Terkaya Kelima di Dunia
Merdeka.com - Warren Buffett kembali berada di urutan kelima orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai USD117 miliar atau Rp1.671 triliun, menurut data Bloomberg Billionaires Index.
Dilansir dari CNBC International, posisi teratas orang terkaya di dunia masih diduduki oleh Elon Musk, diikuti Jeff Bezos, Bernard Arnault, dan Bill Gates.
Berbeda dari keempat miliarder lainnya yang melihat kerugian, kekayaan Buffett tumbuh USD 7,8 miliar (Rp 111,6 triliun) di 2022. Menariknya, kerugian para miliarder itu menjadi penyebab kembalinya Warren Buffett ke posisi kelima sebagai orang terkaya di dunia.
Sebagai perbandingan, Musk yang merupakan orang terkaya di dunia, telah rugi USD 62 miliar, sementara Gates rugi USD 12,5 miliar. Saham Berkshire Hathaway pun naik lebih dari 7 persen sepanjang tahun ini yang sebagian besar berkat kepercayaan investor dalam diversifikasi.
Mark Zuckerberg, yang memiliki kekayaan bersih lebih dari USD 120 miliar pada bulan Januari, telah melihat kekayaannya anjlok hingga USD 54 miliar atau Rp 773,7 triliun karena nilai saham Facebook yang menurun.
Miliarder teknologi lain yang sebelumnya berada di 10 besar orang terkaya di dunia, sebenarnya mampu menggeser Buffett jika mereka tidak mendapatkan pukulan substansial karena jatuhnya saham teknologi tahun ini.
Para miliarder teknologi yang melihat kerugian itu diantaranya adalah pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, mantan CEO Microsoft Steve Ballmer dan pendiri Oracle Larry Ellison.
Posisi Mark Zuckerberg Makin Turun dari Daftar Orang Terkaya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPosisi Mark Zuckerberg turun tiga tempat dalam daftar orang terkaya di dunia versi Bloomberg. Hal ini seiring dengan anjloknya saham Meta telah mengurangi kekayaan Mark Zuckerberg hingga USD 31 miliar atau Rp 445,6 triliun.
Dilansir dari CNN, Zuckerberg sekarang berada di posisi nomor 10 dalam daftar Bloomberg Billionaires Index, di belakang salah satu pendiri Oracle (ORCL) Larry Ellison. Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk menempati posisi pertama. Meta Platforms, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, melihat penurunan drastis di pasar saham pekan lalu.
"Visi yang sepenuhnya terwujud ini masih jauh. Dan meskipun arahnya jelas, jalan kita ke depan belum ditentukan dengan sempurna," kata Zuckerberg pada para analis.
Saham Meta turun lebih dari 26 persen, penurunan ini memangkas hampir USD 240 miliar dari nilai pasarnya. Zuckerberg mengantongi lebih dari 398 juta saham Meta, atau 14,2 persen dari perusahaan tersebut, menurut pengarsipan SEC pada Februari 2021.
Setelah turunnya saham Meta, kekayaan Zuckerberg sekarang bernilai USD 89,6 miliar. Angka tersebut masih lebih tinggi dari orang terkaya Asia, Ambani yang memiliki Reliance Industries, menurut peringkat Bloomberg.
Reporter: Natasha Khairunnisa Amani
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya