Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bank sentral Asia Pasifik dituntut kreatif hadapi ekonomi melambat

Bank sentral Asia Pasifik dituntut kreatif hadapi ekonomi melambat Gubernur BI Agus Martowardojo. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, dalam menghadapi perlambatan ekonomi, diperlukan sebuah kreativitas dari para pengambil kebijakan. Pimpinan bank sentral diminta jeli mencari solusi alternatif dan tidak biasa atau business as usual.

Menurutnya, yang diperlukan saat ini ialah solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengatasi berbagai masalah secara bersamaan.

"Bank sentral harus mengambil inisiatif dengan membuat kebijakan untuk menjawab segala tantangan stabilitas dan juga memperkuat sistem keuangan global yang sesuai dengan perspektif negara maju dan berkembang," ujarnya saat membuka seminar internasional 'Managing Stability and Growth Under Economic and Monetary Divergence' di Nusa Dua, Bali, Senin (1/8).

Menurut dia, stabilitas diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi. Namun, jika terlalu berfokus pada stabilitas itu, bisa menghambat ekonomi dan malah menyebabkan gagalnya stabilitas itu sendiri.

"Untuk itu, sangat dibutuhkan keseimbangan dalam mencapai tujuan jangka panjang yang kuat, berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi," lanjut dia.

Sementara itu, Agus menyampaikan langkah Bank Indonesia saat ini tengah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia. "Beberapa kebijakan tentunya didukung upaya untuk menjaga nilai tukar yang sejalan dengan stabilitas ekonomi," tukas Agus.

Seminar internasional yang dihelat Bank Indonesia bekerja sama dengan Federal Reserve Bank of New York ini dihadiri oleh Presiden The Fed, William Dudley, Gubernur Reserve Bank of India Raghuram Rajan, Deputy Managing Director IMF Mitsuhiro Furusawa, dan gubernur bank sentral se-Asia Timur dan Pasifik.

Diharapkan seminar ini menjadi wadah bertukar pikiran antara negara maju dan berkembang untuk mencari solusi pertumbuhan ekonomi global usai krisis.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP