Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bank Mandiri Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,4 Persen di 2021

Bank Mandiri Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,4 Persen di 2021 Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan memprediksi proses pemulihan ekonomi nasional bakal lebih menggeliat di kuartal II tahun 2021. Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 4,4 persen.

"Kami meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan mampu melewati pandemi ini dengan pemulihan yang mungkin bisa kita lihat pada kuartal II tahun 2021. Kami memperkirakan pada kuartal I tahun 2021 perekonomian Indonesia sudah bisa balik kembali tumbuh positif, sehingga secara full year akan dapat tumbuh sebesar 4,4 persen," ujar dia dalam webinar Paparan Economic Outlook 2021, Selasa (22/12).

Proyeksi ini didasarkan pada asumsi kurva infeksi Covid-19 dapat dikendalikan. "Alhasil penerapan protokol kesehatan harus lebih diketatkan," paparnya.

Selain itu, adanya prospek pengadaan dan produksi vaksin secara global juga akan memperbaiki kinerja perekonomian global, termasuk Indonesia. "Sehingga masalah pandemi ini bisa cepat teratasi," terangnya.

Panji menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 juga ditunjang perbaikan berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama beberapa bulan terakhir. Khususnya terkait kebijakan fiskal dan moneter.

"Seperti respons kebijakan fiskal dan moneter yang sangat kian baik dari pemerintah dan Otoritas Fiskal, Moneter, dan perbankan melalui berbagai stimulus kepada perekonomian, sektor riil dan perbankan," ucapnya.

UU Cipta Kerja Buat Iklim Investasi Lebih Baik

Kemudian, disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalam menciptakan iklim investasi di Indonesia yang lebih baik dan kondusif. "Sehingga diyakini realisasi investasi di Tanah Air akan lebih meningkat sebagai pendorong pemulihan ekonomi nasional," tegasnya.

Terakhir, adanya perbaikan dari harga-harga komoditas utama Indonesia seperti CPO, batubara dan karet akan mendongkrak perekonomian pada beberapa wilayah di Indonesia penghasil komoditas tersebut, setelah meningkatnya penerimaan daerah.

"Dengan berbagai perkembangan tersebut, kami meyakini bahwa perekonomian tahun depan dapat tumbuh positif," tukasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP