Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bank Indonesia yakin rakyat akan terbiasa harga BBM naik turun

Bank Indonesia yakin rakyat akan terbiasa harga BBM naik turun Kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardodjo menyambut baik kebijakan pemerintah mencabut subsidi Premium dan menerapkan kebijakan subsidi tetap untuk Solar sebesar Rp 1.000 per liter.

Dalam pandangannya, kebijakan ini akan ampuh menekan inflasi sepanjang tahun ini yang dipatok Bank Indonesia 4 plus minus satu persen.

"Kebijakan ini saya sambut baik sekali, karena kalau diambil pada waktu tepat pada minyak dunia turun langsung membuat yang tadinya subsidi BBM bersifat fleksibel, bisa tetap. Ini bisa menekan inflasi," ucap Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Sejak 1980 hingga 2014, tekanan inflasi secara tahunan masih sangat tinggi. Salah satu faktor penyebabnya, pengelolaan anggaran subsidi tidak sehat.

"2005 ke 2014 inflasi kita naik 17 persen, tahun lalu 8,3 persen. Itu karena penyesuaian harga BBM dan harus dinaikkan karena harga minyak dunia tinggi dan memberikan tekanan pada fiskal. Sekarang tidak begitu karena mengikuti pasar, masyarakat akan terbiasa," tambah Agus.

Dengan dicabutnya subsidi Premium dan subsidi tetap untuk Solar, masyarakat dinilai bisa menghitung sendiri pengeluaran mereka sehingga tidak menimbulkan gejolak pada harga barang yang menyebabkan inflasi bertambah.

"Risiko ini sekarang minimum. Jadi ketahuan subsidi BBM cuma Rp 17 triliun untuk 17 juta kilo liter solar. Dampak inflasi sudah minimum, harga tersesuaikan dua minggu. Menyesuaikan pola konsumsi masyarakat," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP