Bank Indonesia tak khawatir meski Rupiah terus terpuruk
Merdeka.com - Setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunganya atau BI Rate sebesar 25 basis poin, dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen, IHSG menyentuh rekor terbarunya yakni mencapai 5.427. Di satu sisi, nilai tukar Rupiah masih terpuruk.
Hari ini, Rupiah ditutup di level Rp 12.813 per USD. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan, nilai tukar Rupiah lebih banyak dipengaruhi kondisi perekonomian global. Dalam pandangannya, posisi Rupiah saat ini belum mengkhawatirkan.
"Kalau seandainya ada risk on, risk off itu berpengaruh secara umum. Kami melihat masih dalam batas yang wajar. Lebih karena faktor eksternal," kata Agus di kantor wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/2).
Agus menekankan, bank sentral akan selalu memantau kondisi pasar uang untuk menjaga agar nilai tukar Rupiah tidak terlalu bergejolak. "BI selalu ada di pasar dan kita menjaga volatilitas agar tetap smooth di dalam range yang normal," tutup Agus. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya