Bank Indonesia relaksasi LTV, generasi milenial punya rumah sendiri bukan lagi mimpi
Merdeka.com - Tingginya down payment (DP) menjadi kendala bagi generasi milenial mengambil kredit pemilikan rumah (KPR). Padahal, keinginan memiliki rumah laik huni masyarakat kelompok usia 21-29 tahun tersebut terus meningkat.
Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah strategis dengan melakukan relaksasi ketentuan Loan to Value (LTV) KPR perbankan. Di mana, memberikan kebebasan bagi bank berkinerja baik untuk menentukan besaran DP KPR hingga 0 persen.
"Aktivitas bisnis sektor properti semakin menggeliat sehingga secara konsisten masih menjadi mesin penggerak perekonomian nasional," tutur Direktur Kebijakan Makroprudensial BI, Linda Maulidina di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).
Dengan relaksasi LTV BI, Ketua Dewan Kehormatan Real Estate Indonesia (REI) Lukman Purnomosidi berharap, semakin banyak developer yang menawarkan kemudahan transaksi KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Sehingga pasar properti ini dapat semakin bergairah," kata dia.
Managing Director SPS Group, Asmat Amin, menyarankan agar lima tahun ke depan pemerintah membuat program pembangunan rumah MBR yang lebih masif dan terencana.
"Tak lupa pemerintah juga harus berani menawarkan insentif menarik bagi dunia usaha sehingga developer berbondong-bodong membangun hunian terjangkau bagi MBR," pungkas dia.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya