Bank Indonesia Prediksi Inflasi 2020 Lebih Rendah dari Target
Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat inflasi terjaga rendah karena permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2020 tercatat 0,28 persen (mtm). Sehingga secara tahunan inflasi mencapai 1,59 persen (yoy).
"Inflasi tercatat rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (17/12).
Perry menuturkan, inflasi inti tetap rendah sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat. Padahal konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target, dan stabilitas nilai tukar tetap terjaga.
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat. Hal ini disebabkan faktor musiman kenaikan harga komoditas hortikultura.
"Ini sejalan dengan berlalunya musim panen dan harga komoditas global yang meningkat," kata dia.
Inflasi kelompok administered prices juga meningkat. Dipicu kenaikan tarif angkutan udara di tengah deflasi komoditas tarif listrik sejalan kebijakan penyesuaian tarif.
"Bank Indonesia memprakirakan inflasi 2020 lebih rendah dari batas bawah target inflasi dan kembali ke sasarannya 3,0 persen plus minus 1 persen pada 2021," kata dia.
Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), guna mengendalikan inflasi sesuai kisaran targetnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya