Bank Indonesia prediksi defisit transaksi berjalan 2018 sesuai batas target 3 persen
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebutkan surplus neraca perdagangan pada Juni 2018 dapat mengurangi tekanan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan meningkat pada triwulan II 2018. BI juga memperkirakan defisit transaksi berjalan sesuai target 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Secara keseluruhan untuk tahun 2018, defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap berada dalam batas yang aman yaitu tidak melebihi 3,0 persen dari PDB," kata Perry di kantornya, Kamis (19/7).
Dengan kondisi tersebut, posisi cadangan devisa pada Juni 2018 tercatat USD 119,8 miliar, setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Serta berada di atas standard kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujarnya.
Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 mencatat surplus didukung surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas.
Surplus neraca perdagangan nonmigas terutama karena turunnya impor nonmigas seperti impor mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, serta bahan kimia organik.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas yang menurun dipengaruhi meningkatnya ekspor yang disertai menurunnya impor migas. Perkembangan ini kemudian mendorong neraca perdagangan Juni 2018 mencatat surplus USD 1,7 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit USD 1,5 miliar.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya