Bank Indonesia Kembali Gelar Konferensi BMEB ke-13
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menggelar Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking International (BMEB) Conference ke-13 dengan tema Maintaining Stability and Strengthening Momentum of Growth Amidst High Uncertainties in Digital Era.
Tema ini dipandang sesuai dengan kondisi ekonomi terkini yang ramai dengan start up dan inklusi digital bagi UMKM. Call for papers yang digelar juga berhasil menarik submisi 437 paper dan 65 di antaranya akan tampil dipresentasikan besok.
Konferensi ini diharapkan peneliti-peneliti baik dari Indonesia maupun dari luar negeri dapat bertemu dan belajar satu sama lain sehingga ekosistem penelitian di Indonesia, terutama terkait kebijakan ekonomi ditengah perubahan teknologi, menjadi lebih kuat.
"Ini merupakan wujud nyata bagaimana ISEI membangun sinergi untuk mewujudkan visinya berkontribusi secara nyata bagi kemajuan ekonomi nasional dengan sinergi kebijakan baik di pusat maupun di daerah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kuta, Bali.
Perry mengatakan, ISEI sempat berhenti mempublikasi jurnal sejak 2011 lalu sebelum dibangkitkan kembali. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga turut berkontribusi pada jurnal ISEI termutakhir. ISEI juga akan memberikan white paper bagi pemerintah yang berisi pandangan dan rekomendasi dalam isu perekonomian.
BEMB yang berlangsung tahun ini juga merangkul kolaborator baru, yakni Universitas Padjajaran (Unpad) dan Asian Development Bank (ADB). Sebelumnya sudah bergabung Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair).
BEMB sendiri sudah diakui ke dalam Scopus yang merupakan rujukan akademis internasional dan satu-satunya jurnal makroekonomi asal Indonesia yang diakui Scopus. Dewan BI pun mendukung penuh pengembangan BEMB.
"BMEB ini didorong, ditransformasikan, dikelola dengan baik, best practice yang unggul, sehingga menjadi rujukan banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri," ujar Kepala Institut BI Solikin Juhro.
BMEB menerima artikel ilmiah di bidang ekonomi moneter, ekonomi makro, keuangan dan perbankan, pengaturan makroprudensial, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, ekonomi internasional dan ekonomi pembangunan.
Standar seleksi yang digunakan oleh BMEB atas artikel ilmiah yang dikirim oleh penulis untuk dipublikasikan, dari tahun ke tahun telah semakin ketat. Reviewers yang bermitra dengan BMEB untuk menyeleksi artikel ilmiah yang masuk berasal dari 17 negara dan mayoritas memiliki Scopus h-index yang tinggi sehingga sangat kompeten dibidangnya.
Seleksi artikel dilakukan melalui proses double-blind manuscript review process, yang diikuti pula oleh langkah antisipasi terhadap kemungkinan plagiarisme secara ketat. Dengan pendekatan double-blind review process, identitas baik penulis maupun penilai saling tidak mengetahui.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya