Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun Tol laut, Jokowi bakal batasi keterlibatan asing

Bangun Tol laut, Jokowi bakal batasi keterlibatan asing Pelabuhan Tanjung Perak. ©2014 Merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Kementerian PPN/Bappenas bakal mematangkan konsep tol luat dalam dua bulan terakhir 2014. Setelah itu, konsep tersebut bakal dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Konsepnya sudah ada, tapi kami masih punya waktu untuk mengundang para pakar mematangkan konsep poros maritim," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, saat acara temu media 2014, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/11).

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna mengatakan, pihaknya berkeinginan sebagian besar jalur tol laut dikendalikan oleh perusahaan pelayaran nasional. Adapun, kapal asing hanya dibatasi di dua hub internasional, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung.

"Saat di China kemarin, Presiden Xi Jinping tidak sepakat soal ini. Dia ingin China bisa terlibat hingga di pelabuhan yang ada di dalam, seperti Tanjung Priok, Belawan," katanya.

Selain dua hub internasional itu, Dedy menjelaskan, ada enam pelabuhan utama yang rencananya bakal dijadikan tulang punggung tol laut. Yakni, Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Sorong, Tanjung Perak, Batam, dan Makassar.

"Pelabuhan ini bakal jadi tempat hilir-mudik kapal-kapal besar. Jadi perlu dilakukan pengerukan, perluasan dermaga, dan penambahan kapal-kapal besar nasional," katanya.

Secara keseluruhan, menurut Dedy, megaproyek tol lau ditaksir membutuhkan investasi sekitar Rp 424 triliun. Itu termasuk pengembangan dua hub internasional, enam pelabuhan utama, dan 24 pelabuhan pengumpul.

"Pak Jokowi menghitung bisa sekitar Rp 700 triliun. Itu mungkin sudah termasuk pengadaan kapal-kapal besar nasional." (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP