Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun proyek listrik Jawa-Bali, pemerintah utang USD 249 juta

Bangun proyek listrik Jawa-Bali, pemerintah utang USD 249 juta

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mendapatkan pendanaan asing sebesar USD 249 juta. Itu untuk menutupi separuh dari biaya pembangunan proyek interkoneksi listrik Jawa-Bali yang sebesar USD 410 juta.

Sisa biaya USD 151 juta bakal berasal dari kantong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Adapun pendanaan asing sebesar USD 249 juta itu berasal dari Asian Development Bank (ADB) USD 224 juta dan Asean Infrastructure Fund (AIF) USD 25 juta.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, pinjaman asing tersebut memiliki tenor 20 tahun. Pemerintah akan mulai menyicilnya setelah proyek selesai dibangun.

"Jadi proyek ini selesai dulu, ditargekan Maret 2019. Setelah 2019, mulai dicicil bunganya sampai 20 tahun," ungkap Robert selepas menyaksikan nota kesepahaman terkait proyek tersebut, di Jakarta, Senin (30/12).

Adapun bunga yang wajib dibayar pemerintah adalah sebesar London Interbank Offered Rate (LIBOR) ditambah 40 basis poin. Selain itu, pemerintah juga harus menanggung commitmen charge sebesar 0,15 persen per tahun dan bunga maturity 0,10 persen.

Robert mengatakan sepanjang selat yang menghubungkan Jawa-Bali akan dibangun menara setinggi Eiffel di Paris dan menggunakannya untuk menyambungkan kabel listrik berkekuatan 500 kilovolt. Tujuannya, menggenjot rasio elektrifikasi di Pulau Dewata.

"Ada titik di antara Jawa-Bali jaraknya cuma 2,5 kilometer. Itu akan dibangun menara setinggi Eiffel, disambungkan kabel."

Hadir dalam acara tersebut Country Director Indonesia Asian Development Bank (ADB) Adrian Ruthenberg dan Direktur Utama PLN Nur Pamudji. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP