Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangun perkotaan, pemerintah dituding utamakan kepentingan pengusaha

Bangun perkotaan, pemerintah dituding utamakan kepentingan pengusaha gedung bertingkat kawasan scbd. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pengamat Tata Kota Marco Kusumawijaya mengimbau pemerintah bisa mengolaborasikan pendapat dari berbagai pihak, baik pengusaha maupun rakyat kecil, dalam melakukan perbaikan dan pembangunan tata kota. Hal ini agar kota-kota di Indonesia menjadi kota ekologis yang mampu menyeimbangkan antara manusia dengan lingkungan.

"Proses kita membangun kota harus mengajak semua orang banyak terlibat sehingga mereka akan berbuat yang terbaik untuk kotanya tanpa harus disuruh-suruh. Karena ada good will dalam diri masyarakat," kata Marco di Institut Prancis di Indonesia (IFI), Jakarta, Jumat (20/5).

Dia menilai, saat ini pemerintah masih mementingkan kepentingan pengusaha dari pada rakyat kecil, salah satunya proyek reklamasi yang merugikan para nelayan Jakarta. Menurutnya, hal ini akan berbahaya untuk pertumbuhan ekonomi negara karena makin tertindasnya rakyat kecil dan tingkat kemiskinan akan semakin tinggi.

Dengan begitu, Marco mengimbau agar pemerintah bisa memberikan waktu luang untuk bertemu dengan rakyat. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa memberi manfaat bagi semua pihak.

"Itu berbahaya kalau pemerintah membuat keputusan penting di saat kritis hanya atas dasar pandangan yang sempit dan hanya sebagian orang. Harus mampu mendengar banyak pihak," imbuhnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP