Bangun kereta Bandara Soetta, PT KAI utang Rp 1,4 triliun ke 4 bank
Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia menandatangani pemberian kredit sindikasi dari empat bank yaitu BRI, BNI, BCA, dan Mandiri untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta.
Direktur Keuangan KAI Kurniadi Atmosasmito mengatakan, nilai kredit atau utang Rp 1,4 triliun setara dengan 84 persen dari total biaya proyek pembangunan prasarana. Selain itu, perjanjian kredit juga diraih PT Railink dengan empat bank yang sama senilai Rp 612 miliar atau 85 persen dari total biaya untuk pengadaan sarana Kereta Api Bandara Soetta.
"KA bandara saat ini baru tersedia di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang Sumatera Utara. Tahun ini, PT KAI dan PT Angkasa Pura II akan memulai jalur ganda KA Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)," katanya seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (20/4).
"Dengan perjanjian kredit ini, diharapkan pembangunan prasarana dan sarana KA Bandara Soetta dapat selesai sesuai target," tambahnya.
Pembangunan jalur KA Bandara-Soetta dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011 Tentang Penugasan kepada PT KAI (Persero) untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana KA Bandara Soetta dan Jalur Lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang- Bekasi.
Tujuan pembangunan jalur bandara tersebut untuk meningkatkan pelayanan moda transportasi KA, khususnya untuk melayani angkutan penumpang dari Jakarta ke Bandara Soetta melalui Kota Tangerang yang akan dioperasikan PT Railink, perusahaan patungan antara PT KAI dan PT AP II.
KA Bandara Soetta akan beroperasi dari Stasiun Bandara Soetta melewati Stasiun Sudirman Baru, Duri dan Batu Ceper sebagai stasiun pemberhentian. Total jarak yang dilintasi adalah sepanjang 36,3 kilometer yang terdiri dari 24,2 jalur yang sudah ada (existing) dan 12,1 kilometer jalur baru.
Pembangunan jalur baru tersebut dilakukan berdasarkan studi kelayakan finansial dan teknis sejak Februari 2013 lalu yang dilakukan oleh Lembaga Afiliasi Penelitian Industri (LAPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Untuk mendukung operasional KA bandara tersebut, KAI akan merombak Stasiun Manggarai sebagai salah satu stasiun keberangkatan KA bandara dengan membangun "underpass" sebagai "passenger crossing" (jalur penyeberangan penumpang). Nantinya, penumpang KA bandara akan diarahkan untuk menuju peron khusus penumpang KA bandara.
Selain itu, KAI juga akan membangun Stasiun Sudirman Baru sebagai stasiun khusus KA bandara (city air terminal) yang hanya melayani penumpang dan menuju bandara. PT Railink menargetkan KA Bandara Soetta sudah dapat dioperasikan pada 2016 mendatang.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya