Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bandara New Yogyakarta Bakal Tekan Kepadatan hingga 25 Persen

Bandara New Yogyakarta Bakal Tekan Kepadatan hingga 25 Persen Bandara New Yogyakarta. ©2019 Foto Humas Angkasa Pura I

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan pendaratan perdana di Bandara Baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Senin (29/4), yang sekaligus menandai pengoperasian Bandara tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran bandara tersebut akan membantu menekan kepadatan di Bandara Adisucipto hingga 25 persen.

"Bisa (menurunkan kepadatan). Tahap awal itu kira-kira 25 persen. Tapi kalau nanti mau lebih besar. Sekarang pun size sudah sama. Tapi kita batasi 25 persen," kata dia, saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Jumat (26/4).

Saat ini Bandara Kulon Progo akan dilayani sejumlah maskapai seperti Ada Citilink, Airasia, Batik Air dan Lion air. Pada operasi perdana Bandara ini masih akan melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Bali, Kalimantan.

Sementara untuk rute Internasional, diakui Budi, belum tersedia di saat operasi perdana pada tanggal 29 April nanti. "Belum International butuh penyesuaian. Dia dua minggu sampai dua bulan pindah semua," ungkapnya.

Dia memastikan semua penerbangan internasional yang selama ini di Bandara Adisutjipto akan dipindahkan ke Bandara Kulon Progo. Saat ini proses pemindahan sedang dilakukan. Para maskapai pun tinggal menyelesaikan syarat-syarat administratif.

"(Rute internasional?) Pasti yang available adalah yang selama ini beroperasi terutama Singapura dan Malaysia. (Kesiapan maskapai?) Sudah. Tinggal dia memenuhi hal-hal yang bersifat administratif saja," ujarnya.

Terkait sarana transportasi pendukung Bandara, Budi mengatakan, saat ini baru tersedia dua moda transportasi, yakni Kereta Api dan Bus. "Sekarang itu ada duaoda Yann kita siapkan. Satu itu kereta api ke stasiun tugu. Kira-kira 1 jam. Kita sediakan bus juga. Dari Kulon Progo ke Jogja, nanti ke (terminal) Giwangan," jelas Budi.

"Nanti 2020 kereta apinya akan langsung ke stasiunnya. Bandaranya sendiri akan selesai pada November tahun ini. Jadi semua akan beroperasi pada Desember 2020," imbuhnya.

Pengoperasian Bandara ini pun diharapkan dapat membantu melancarkan arus mudik, terutama bagi l masyarakat yang menggunakan transportasi udara. "Justru itu. Mudik akan kita tingkatkan," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP