Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bandara Komodo bakal layani penerbangan internasional

Bandara Komodo bakal layani penerbangan internasional ilustrasi bandara. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/NicoElNino

Merdeka.com - Pemerintah tengah mencari pendanaan dari pihak swasta dalam pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Setelah pengembangan selesai, bandara ini ditargetkan bisa menjadi bandara internasional.

Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti mengatakan, saat ini, jumlah penumpang bandara tersebut baru sekitar 500 ribu per tahun. Sedangkan kapasitas dari bandaranya ini bisa mencapai 1 juta penumpang per tahun.

‎"Sudah 500 ribu penumpang, ini masih 50 persen. Tetapi ada kenaikan 10 persen per tahun," ujar dia di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (25/9).

Agar bisa menjadi bandara internasional, pemerintah akan membangun gedung terminal penumpang internasional seluas 5.343 meter persegi. Untuk pembangunannya, pemerintah tengah mengundang investor swasta untuk pendanaan.

Dia mengungkapkan, rute internasional yang dibuka setelah adanya terminal internasional yaitu dari Singapura, Malaysia dan Australia. Rute ini dianggap potensial karena menjadi hub wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

"Rencana rute juga ada ke internasional seperti Kuala Lumpur, Singapura, Darwin, Perth," tandas dia.

Sebelumnya, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan, pengembangan yang dilakukan di bandara ini antara lain, perpanjangan landasan pacu 45x200 meter atau 9.000 meter persegi, pengerasan taxiway PCN 50 menjadi PCN 60 seluas 9.878,5 meter persegi, perluasan apron 11.100 meter persegi.

"Perpanjangan runway dari 2.250 meter menjadi 2.450 meter, sehingga nanti dapat melayani pesawat seperti Boeing 737-800," kata dia.

Selain itu, penambahan luas terminal penumpang domestik sebesar 24.949 meter persegi, penambahan luas terminal penumpang internasional sebesar 5.343 meter persegi, pembangunan terminal kargo 1.994 meter persegi, perluasan area parkir kendaraan 31.447 meter persegi.

Selanjutnya, pengembangan fasilitas penunjang 6.878,8 meter persegi, penambahan fasilitas alat bantu dan penerbangan, penambahan fasilitas keselamatan penerbangan, dan penambahan utilitas.

"Di darat banyak yang harus dikembangkan karena sekarang baru bisa layani 1 juta penumpang (per tahun. Di 2044 diharapkan kapasitas penumpang bisa mencapai 4 juta per tahun. Rencana rute juga ada ke internasional seperti Kuala Lumpur, Singapura, Darwin, Perth," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP