Bandara Kertajati diprediksi raup 2,7 juta penumpang saat dibuka tahun depan
Merdeka.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) ditargetkan menyedot 2,7 juta penumpang di tahun pertamanya beroperasi pada 2018 mendatang. Bandara ini akan beroperasi pertengahan tahun depan.
"Target 2,7 juta per tahun sepertinya bisa tercapai. Sekarang saja Husein sudah 3,4 juta per tahun. Ini sudah moderat," kata Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Eka Putra dalam jumpa persnya di Hotel Preanger, Bandung, Jumat (15/9).
Pihaknya optimistis target itu tercapai. Sebab, jika mengacu pada hasil survei yang telah dilakukan pihaknya, pergerakan penumpang pesawat terbang, khususnya di kawasan Utara dan Timur Jabar cukup besar. "Catchment paling banyak di utara (Jabar). Bahkan, saya optimistis (penumpang) dari Bekasi pun bisa ke Kertajati jika aksesnya lebih atraktif," terangnya.
Selain penumpang komersial, pihaknya pun akan menyasar jamaah haji dan umroh yang jumlahnya juga cukup besar di Jabar. Apalagi pemerintah pun menargetkan pemberangkatan jamaah haji di Bandara Kertajati dimulai 2018 mendatang.
"Apalagi jika Cisumdawu (Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan) beroperasi, pergerakan penumpang akan lebih banyak," tambahnya.
Pihaknya pun akan terus menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk membuka rute baru dari dan ke BIJB untuk memaksimalkan jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Kertajati. Berdasarkan kesepakatan, sejauh ini BIJB akan melayani 14 rute penerbangan, terdiri dari 10 rute penerbangan domestik dan 4 rute penerbangan internasional.
Untuk rute penerbangan internasional, bandara ini akan melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk umroh dan haji, Singapura, Kuala Lumpur serta Thailand. Sedangkan penerbangan domestik, di antaranya Medan, Bali, dan Surabaya.
"Yang terdekat kita akan MoU dengan Garuda dan Lion, Garuda ini Garuda grupnya, dengan Citilink-nya. Tinggal memastikan yang internasionalnya," tandasnya.
Progres pengerjaan BIJB sampai 13 September 2017 mencapai 59,40 persen. Terdiri dari progress infrastruktur 93,77 persen, terminal penumpang 41,49 persen, dan bangunan penunjang 87,39 persen.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya