Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bandara Adi Soemarmo siap tampung pengalihan penerbangan dari Bali

Bandara Adi Soemarmo siap tampung pengalihan penerbangan dari Bali Bandara Adi Soemarmo. ©2014 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo siap menerima pengalihan penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali jika Gunung Agung mengalami erupsi.

Airport Operation and Service Departement Bandara Adi Soemarmo Solo, Purwanto mengatakan ada banyak ketersediaan waktu terbang (slot time) di bandara yang juga digunakan untuk penerbangan haji itu.

"Kalau pengalihan tentunya melihat ketersediaan waktu terbang (slot time) yang ada. Di mana untuk slot time dari jam 06.00 hingga 24.00 masih cukup banyak,' ujar Purwanto, Minggu (1/10).

"Kita antisipasi bilamana Bandara Adi Soemarmo sebagai alternatif atau ada yang divert. Intinya stake holder di Bandara Adi Soemarmo semua siap," jelasnya lagi.

Purwanto nenambahkan, kapasitas di bandara sangat cukup terbuka untuk menampung penambahan pesawat. Pihaknya juga sudah bersiaga dan melakukan koordinasi dengan Pertamina maupun untuk ground handlingnya. Dengan waktu operasi pukul 06.00 hingga 00.00 WIB, ada sekitar 69 jadwal take off dan landing yang tersedia.

Kendati selalu siaga, namun dia memastikan hingga saat ini belum ada rencana penerbangan yang akan dialihkan ke Solo. Apalagi jarak Kota Solo dan Bali relatif jauh.

Humas Angkasa Pura Bandara Adi Soemarmo Solo, Danardewi menambahkan, Bandara Adi Soemarmo direncanakan akan menerima 30 slot penerbangan. Jumlah tersebut paling banyak bila dibandingkan dua bandara lainnya, yakni Juanda Surabaya dan Lombok.

Jatah 30 slot tersebut disesuaikan dengan kondisi bandara yang masih relatif longgar. Angkasa Pura I, lanjut dia, akan mengakomodasi pengalihan penerbangan menyesuaikan dengan jadwal penerbangan reguler yang sudah ada. Jadwal pengalihan penerbangan juga akan disesuaikan dengan penerbangan haji yang masih akan berlangsung hingga 6 Oktober 2017.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebut telah menyiapkan 10 bandara untuk mengantisipasi jika Gunung Agung mengalami erupsi. Kesepuluh bandara itu di antaranya adalah Jakarta, Solo, Surabaya, Makasar, Balikpapan, Ambon, Manado, Praya, Kupang dan Banyuwangi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP