Bali dan Thailand Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Australia
Merdeka.com - Thailand dan Bali telah menjadi destinasi utama bagi wisatawan asal Australia. Ini disebabkan oleh cuaca yang hangat, pantai, tarif akomodasi yang bersaing, dan jarak yang relatif dekat dengan Australia.
Persaingan di antara keduanya kian ketat untuk menjadi destinasi di sekitar Asia Tenggara, khususnya dalam menjadi yang termurah. Alhasil, sejumlah travellers kerap membandingkan biaya liburan antara Thailand dan Bali.
Lantas siapa yang menjadi termurah untuk liburan?
Melansir dari laman Traveller.com.au di Jakarta, Senin (3/4), Sydneysider Simone Wilkins terbang menuju ke Bali untuk perjalanan keduanya sejak perbatasan dibuka kembali. Dirinya menghabiskan minggu dengan anggota keluarga yang terbang dari Brisbane.
Grup tersebut memesan sewa liburan empat kamar tidur mewah di Canggu, Villa Panblas, dengan harga lebih dari USD 700 per malam. "Ini sudah termasuk pembersihan, layanan pendukung, sarapan yang dimasak di vila setiap pagi, dan kolam renang yang tampak luar biasa," katanya.
Meski demikian, Adam Schwab, kepala eksekutif dan salah satu pendiri spesialis penawaran perjalanan Luxury Escapes mengatakan, pemesanan di Bali telah melonjak sejak Maret, tetapi sekarang giliran Thailand.
"Thailand sedikit lebih lambat untuk pulih tetapi sekarang terbang," katanya.
Manajer Booking.com Australia, Melissa Ellison mengatakan, pandemi dan biaya hidup saat ini telah membantu mendorong permintaan untuk kegiatan liburan. Terutama destinasi yang hanya dengan penerbangan langsung.
"Luasnya pilihan, fleksibilitas, dan harga di destinasi ini merupakan daya tarik yang besar, dengan para pelancong dapat merasakan kemewahan tanpa label harga yang lumayan," kata Ellison.
Di Booking.com, wisatawan bisa memesan kamar dengan balkon atau teras yang luas di U Sathorn Bangkok bintang lima dengan harga kurang dari USD 200 per malam, sementara di Bali, menginap di Wana Shanti Villa by Madhava di Ubud, properti bergaya apartemen, mulai dari hanya USD 51 per malam.
Ellison juga mencatat pergeseran kuat yang dipicu oleh pandemi terhadap warga Australia dalam mencari akomodasi mandiri. Mengutip penelitian yang menunjukkan lebih dari sepertiga warga Australia mengatakan preferensi telah berubah karena pandemi.
"Dari jumlah tersebut, seperempatnya sekarang memilih untuk tinggal di akomodasi alternatif seperti rumah dan vila pribadi, yang banyak terdapat di Bali dan Thailand," kata Ellison.
Seluruh vila dengan kolam renang pribadi dan kemewahan seluas 35 meter persegi, mulai dari USD 75 per malam, meskipun dolar Australia turun terhadap baht Thailand dan Rupiah Indonesia. Namun, keterjangkauan relatif di lapangan biaya masih menjadikan kedua negara alternatif yang lebih murah daripada negara-negara seperti Jepang dan Inggris, di mana dolar Australia berkinerja relatif baik.
Bali masih memimpin biaya di udara. Baik Qantas, Jetstar, dan Virgin semuanya telah melanjutkan penerbangan ke Denpasar. Jetstar telah memulai kembali layanan non-stop ke Phuket dari Sydney dan Melbourne, sementara Thai Airways dan AirAsia terus melayani sejumlah kota di Australia.
Sejak pemerintah Indonesia melonggarkan kontrol perbatasan bagi pelancong yang divaksinasi pada 18 Mei, jumlah pengunjung melonjak. Indonesia tetap menjadi tujuan luar negeri kedua yang paling banyak dikunjungi Australia sejak Juni, dengan dari 87.770 perjalanan pada Agustus, menurut data Biro Statistik Australia. Ini adalah yang kedua setelah Selandia Baru (88.950 perjalanan).
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya