Bakrie jor-joran jual asetnya untuk bayar utang
Merdeka.com - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menargetkan akan mengurangi utang perseroan pada tahun ini sebesar 15-20 persen atau menjadi Rp 4 triliun. Ptang perseroan hingga 2012 mencapai Rp 6,4 triliun. Itupun setelah dikurangi 40 persen.
Bakrie & Brothers masih mengandalkan penjualan aset untuk mengurangi utang. Namun, tidak disebutkan aset perusahaan yang bakal kembali dijual setelah sebelumnya melepas aset Seamless Pipe Indonesia Jaya, Bakrie Pipe Indonesia, South East Asian Pipe Indonesia, South East Asian Pipe, Bakrie Construction, Bakrie Building Industries hingga yang terbaru adalah menjual saham PT Energi Mega Persada Tbk.
"Kami mengharapkan minimal 15-20 persen, caranya yang kami akan melakukan penjualan sebagian aset," ujar Direktur Keuangan BNBR, Eddy Suparno saat konferensi pers BNBR di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (12/6)
Pihaknya mengaku tidak ingin terlalu agresif mengurangi utang perseroan. "Kami lakukan itu agar strategi perusahaan kami baik ke depannya," jelas dia.
Di sisi lain, perseroan terus menggenjot tiga anak usahanya yakni PT Bakrie Building Industrie (BBI), PT Bakrie Tosanjaya (BTJ) dan PT Bakrie Pipa Industrie (BPI).
"Tiga sektor luar biasa berkembang, memberikan kontribusi luar biasa tahun lalu dan juga kuartal I tahun ini," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur Utama BNBR Boby Gofur Umar mengatakan bahwa hingga akhir September 2012, perseroan telah menurunkan level hutang utang konsolidasi perseroan sebesar 34,1 persen atau Rp 3,3 triliun.
Hingga September lalu, utang perseroan hanya tinggal Rp 6,3 triliun. Peningkatan utang perseroan mencapai titik tertinggi pada tahun 2011 yaitu Rp 9,56 triliun akibat utang BNBR terhadap Bumi Plc.
Selain itu, RUPS mengagendakan penentuan dan persetujuan penggunaan keuntungan yang diperoleh perseroan dari tahun buku 2012, serta penunjukan dan penentuan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2013.
Selama 2012, Bakrie & Brothers meraih pendapatan Rp 15,48 triliun dan laba bersih Rp 354,87 miliar. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 127,77 miliar.
Selama periode itu, beban utang dapat ditekan hingga 40 persen. Pada 2011, Bakrie & Brothers masih mencatatkan utang Rp 10,71 triliun. Namun, tahun lalu, utang perseroan berkurang Rp 4,27 triliun, sehingga tersisa Rp 6,44 triliun. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya