Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bakal heboh, turis dari lima negara segera bebas masuk ke Indonesia

Bakal heboh, turis dari lima negara segera bebas masuk ke Indonesia Turis Jepang. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Untuk meningkatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, pemerintah didesak segera menerapkan kebijakan bebas visa kunjungan singkat. Tapi khusus hanya untuk lima negara yang jadi konsumen utama pariwisata Indonesia.

Direktur Garuda Indonesia Arif Wibowo meyakini, jika kebijakan bebas visa diberlakukan pemerintah maka arus Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari lima negara diperkirakan bisa deras masuk ke Indonesia. "Kalau bebas visa untuk lima negara dijalankan, itu bisa bikin heboh turis masuk ke Indonesia," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (29/1).

Seperti diketahui, saat ini Indonesia sudah memberlakukan bebas visa untuk 15 negara. Rencananya akan ada tambahan lima negara yakni China, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Australia.

Sementara Duta Besar RI untuk China Soegeng Rahardjo menambahkan pasar wisatawan mancanegara dari Tiongkok yang tahun lalu mencapai 100 juta orang, diperkirakan akan naik sekitar 18 persen menjadi 120 juta orang pada tahun ini.

"Targetnya tahun 2016 ada tiga juta wisman asal China ke berbagai tujuan wisata Indonesia," tambah dia.

Diungkapkannya, pemerintah telah berupaya keras dalam negosiasi dengan pemerintah China, hingga akhirnya membebaskan pajak bisnis lebih dari 10 persen dari penjualan.

General Manager Garuda Indonesia Beijing Asa Perkasa mengatakan, jika memang tahun ini dapat terlaksana pembebasan pajak bisnis ini, maka bisnis Garuda akan semakin kompetitif, karena selama ini tiketnya menjadi lebih mahal, lebih dari 10 persen jika dibandingkan kompetitor.

Disebutkan, tahun lalu penerbangan langsung dari Beijing ke Indonesia hanya ada lima kali seminggu dengan tujuan Jakarta. Dengan penambahan rute Beijing-Denpasar pp maka jumlah penerbangan Garuda dari Beijing ke Indonesia menjadi 7 kali dalam seminggu.

"Jadi jumlah seat yang disediakan naik 40 persen. Target kenaikan jumlah penumpang ya seperti itu," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tujuan pembebasan visa adalah meningkatkan pelayanan.

"Ini bisa jadi cara cerdik untuk menambah jumlah wisman. Point lebih utama yang akan kita tingkatkan adalah customer service Jika seseorang mengurus visa saja sudah luar biasa rumit, maka dengan pembebasan visa dapat meningkatkan pelayanan pada konsumen. Jika mereka puas (dengan pelayanannya), pendapatan dengan sendirinya akan naik," kata Pria yang akrab disapa AY itu.

Arief juga menuturkan negara-negara lain yang memberikan bebas visa ke negara pasar pariwisata, seperti yang dilakukan Malaysia dan Singapura, pertumbuhan jumlah wisman pun tinggi.

Mengutip beberapa studi, AY menyebutkan penerapan bebas visa bisa meningkatkan wisman sebesar 5-25 persen. "Kelima negara tersebut menyumbang 54 persen dari jumlah wisman yang datang ke Indonesia," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP