Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bahas nasib Freeport, Menko Luhut akan kumpulkan petinggi ESDM besok

Bahas nasib Freeport, Menko Luhut akan kumpulkan petinggi ESDM besok Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan akan mengumpulkan seluruh jajaran pejabat eselon I Kementerian ESDM guna menindaklanjuti proses divestasi PT Freeport Indonesia. Sebab, sampai saat ini pria yang juga Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengaku belum mendapat kabar terakhir soal divestasi Freeport.

"Saya akan menunggu laporan dari Pak Dirjen (Mineral dan Batu Bara) mungkin kalau bisa paling lambat besok setelah upacara 17-an, saya mau dibrief," ucap Menko Luhut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16/8).

"Saya belum update yang terakhir, belum sempat tadi tanya karena waktunya mepet. Saya mau dengar laporannya karena saya juga mengerti masalah itu sewaktu saya menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP)," tambahnya.

Seperti diketahui, nama Menko Luhut sempat diberitakan dekat dengan Freeport usai terkuaknya kasus 'Papa Minta Saham'. Dalam rekaman pertemuan antara Politikus Golkar Setya Novanto, juragan minyak M Riza Chalid dan Presdir Freeport Maroef Sjamsoeddin di Hotel Ritz Carlton pada 8 Juni 2015, nama Menko Luhut disebut sebanyak 66 kali. Luhut disebut bisa mengupayakan perpanjangan kontrak Freeport kepada pemerintah nantinya.

Luhut bahkan mengakui pernah bertemu dengan bos PT Freeport-Mc Moran, James R Moffet alias Jim Bob untuk mengupayakan perpanjangan kontrak Freeport pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lalu.

Luhut menyatakan pernah menghadap SBY agar pemerintah mau memperpanjang kontrak Freeport usai dirinya bertemu dengan Jim Bob. Namun sayang, setelah bicara dengan SBY soal Freeport, pemerintah menolak perpanjangan kontrak tersebut. Dalam aturan, pembahasan perpanjangan kontrak paling cepat baru bisa dilakukan pada 2019.

Karena tidak disetujui oleh SBY, Luhut menambahkan, setelah itu dirinya tak lagi berurusan dengan Freeport. "Kami sepakat lupakan, tidak ada lagi terjun di situ," klaim dia.

Saat menjadi Kepala Staf Kepresidenan, Luhut diketahui memasukan salah satu bos Freeport ke Istana. Dia adalah Yuni Rusdinar yang diangkat oleh Luhut menjadi Wakil Deputi I Kantor Staf Presiden.

Nama Yuni mencuat ke permukaan setelah mantan Staf Kepresidenan SBY, Andi Arief mengungkapkan hal ini. Dalam Twitternya, Arief curiga pengangkatan Yuni berkaitan dengan kasus 'Papa Minta Saham' yang membelit Setya Novanto dan Riza Chalid.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP