Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bahan bakar terbatas, TNI-AL sulit buru kapal asing ilegal

Bahan bakar terbatas, TNI-AL sulit buru kapal asing ilegal TNI AL uji coba 2 kapal patroli. ©2013 Merdeka.com/puspen TNI

Merdeka.com - Armada TNI Angkatan Laut memiliki keterbatasan dalam menangkap kapal asing berlayar ilegal di perairan Indonesia. Pihaknya hanya mendapat pasokan bahan bakar 27 persen dari total kebutuhan 5,6 juta kiloliter per tahun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Marsetyo di Cilangkap, Jakarta, Senin (1/12). Marsetyo baru saja meneken nota kesepahaman terkait peningkatan pengawasan dan Penegakan Hukum di Bidang Kelautan dan Perikanan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Bahan bakar saat ini baru terpenuhi sebesar 27 persen dari yang kita butuhkan."

Dia sesumbar armadanya bisa memburu setiap kapal asing ilegal di seluruh penjuru Tanah Air. Asal, kebutuhan bahan bakar terpenuhi.

"Jika itu sudah penuh (bahan bakar), wah kita akan bisa kemana-mana. Begitu ada informasi dari KKP ada kegiatan ilegal, kita langsung kesana," tegasnya.

Marsetyo mengakui pihaknya tidak memiliki kapal khusus mengawasi kapal asing ilegal. Umumnya, kapal milik TNI AL hanya menjalankan tiga tugas. Yaitu, penegakkan kedaulatan, penegakkan hukum, dan diplomasi.

"Jadi tidak ada kapal kita khusus untuk kapal patroli. Jadi kapal melekat tiga fungsi itu. Sambil menjaga kedaulatan, kalau melihat ilegal fishing ya kita sapu," tandasnya. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP