Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Badan Pangan Pastikan Stok Daging Merah Cukup Hingga Lebaran

Badan Pangan Pastikan Stok Daging Merah Cukup Hingga Lebaran Daging merah. ©2012 Shutterstock/Lisovskaya Natalia

Merdeka.com - Badan Pangan Nasional memastikan kebutuhan pokok sudah mencukupi kebutuhan masyarakat jelang momentum Ramadan dan lebaran. Salah satunya stok daging yang sudah memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran Idulfitri.

"Ketersediaan daging kita pastikan pasokannya cukup untuk puasa dan lebaran ini dan akan terus dijaga" kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi saat meninjau Stok Beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (11/3).

Arief mengatakan Badan Pangan Nasional memberikan pilihan kombinasi daging merah untuk konsumsi masyarakat. Antara lain, daging sapi, daging kerbau dan daging beku.

"Kita juga berikan kombinasi pilihan daging," katanya.

Selain itu, Arief juga sudah memastikan stok daging yang belum dipotong. Dia telah mendatangi sentra-sentra sapi potong di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Katanya, sapi potong tersebut sudah siap didistribusikan ke berbagai wilayah yakni Bandung Raya, Jakarta hingga Banten.

"Sentra di Jatim akan kirimkan stok hidup ke Jakarta Bandung Raya dan Banten," katanya.

Budi Waseso Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso memastikan stok beras menjelang musim Ramadan dan lebaran Idulfitri tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Apalagi dalam waktu dekat petani akan mulai panen raya pada bulan Maret dan April. Pihaknya sudah membuat strategi penyerapan gabah dari petani agar harga jualnya tidak merugikan petani

"Masalah beras kita sudah jamin karena sudah kita petakan wilayah yang akan panen mulai saat ini," kata Budi saat ditemui di Gudang Perum Bulog Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/3).

Buwas, panggilannya mengatakan sampai saat ini tidak diperlukan impor beras dari luar karena produksi dalam negeri yang berlimpah. Sebaliknya dengan ekspor beras, masih belum bisa ditentukan karena mengutamakan kebutuhan dalam negeri agar terpeuhi dulu.

"Kita utamakan produksi dalam negeri dan kebutuhan dalam negeri," kata dia.

(mdk/ags)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP