Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Axa Financial Gandeng MUI Luncurkan Program Wakaf Mudah

Axa Financial Gandeng MUI Luncurkan Program Wakaf Mudah Asuransi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Axa Financial Indonesia dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersinergi meluncurkan program Wakaf Mudah. Wakaf ini digunakan untuk asuransi jiwa bagi para nasabah, dengan tujuan manfaat yang digunakan demi kemaslahatan umat.

Presiden Direktur Axa Financial Indonesia, Niharika Yadav mengungkapkan, dengan adanya program tersebut, para nasabah dapat dengan mudah memenuhi keinginan untuk memberikan perlindungan bagi keluarga dengan berwakaf.

"Berbeda dengan fitur wakaf lainnya di mana manfaat hanya berlaku saat tertanggung tutup usia. Tapi program ini merupakan fitur wakaf yang manfaatnya berlaku selama periode perlindungan berjalan dan saat tertanggung masih hidup," kata dia dalam acara Peluncuran Wakaf Mudah, di Restoran Al Jazeera, Jakarta, Selasa (7/5).

Direktur Axa Financial Indonesia, Cicilan Nina mengatakan, pihaknya menawarkan solusi bagi nasabah yang ingin melakukan wakaf saat perlindungan polis berjalan, dengan memanfaatkan sebagian nilai investasi yang terdapat pada polis asuransi nasabah.

"Bagi pemegang polis Asuransi Syariah sebanyak 11ribu nasabah bisa mendapatkan solusi perlindungan yang menyeluruh sekaligus menyempurnakan ibadah dengan berwakaf," ujarnya.

Dia menjelaskan fitur wakaf ini dapat dimanfaatkan oleh nasabah Maestro Syariah dan Cerdas Amanah Syariah, di mana setiap nasabah dapat memanfaatkan sebagian nilai investasi untuk digunakan sebagai wakaf yang disalurkan melalui Lembaga Wakaf MUI.

"Nasabah juga diberikan kewenangan untuk menentukan langsung penyaluran manfaat wakaf melalui tiga cara yakni wakaf keagamaan, seperti pembangunan masjid dan pesantren, wakaf produktif umum, seperti tanah dan bangunan (properti) dan wakaf sapujagat untuk membantu masyarakat terbebas dari transaksi riba," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Ketua Lembaga Wakaf MUI Lukmanul Hakim mengatakan pemahaman dan informasi mengenai wakaf dan asuransi syariah belum disampaikan secara merata kepada masyarakat.

"Wakaf ini belum populer maka kerja sama ini diharapkan masyarakat semakin paham. Potensi wakaf sampai triliun sekarang belum terkumpul Rp300 miliar, sehingga bisa mempermudah jalan kita dengan kerja sama ini," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa potensi keuangan syariah sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Tercatat pada 2018 potensi aset wakaf tunai per tahun mencapai Rp 100 triliun, dengan realisasi sekitar Rp 400 miliar.

"Masih besar potensi yang belum tergarap, ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat, di harapkan kerja sama ini dapat mengedukasi dan sosialisasi agar potensi ini dapat dioptimalkan," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP