Awal Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.326 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, menanti rilis neraca perdagangan Januari 2022. Rupiah menguat 21 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.326 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.347 per USD.
"Terlihat memang rupiah sangat resilient, terutama didukung oleh faktor domestik capital inflow," kata Analis DC Futures Lukman Leong di Jakarta, dikutip Antara, Senin (14/2).
Menurut Lukman, naiknya kembali harga komoditas seperti batubara dan biji besi diperkirakan akan menopang rupiah dalam beberapa waktu ke depan. "Pasar menantikan angka perdagangan Indonesia besok. Pelaku pasar untuk sementara mengesampingkan penguatan dolar dan kekhawatiran konflik di Ukraina," imbuhnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan neraca perdagangan Januari 2022 pada Selasa (15/2) besok. Pada Desember 2021 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD1,02 miliar dengan nilai ekspor USD22,38 miliar dan impor USD21,36 miliar.
Surplus yang terjadi pada Desember 2021 merupakan surplus selama 20 bulan beruntun yang selalu mengalami surplus.
Sementara itu surplus neraca perdagangan kumulatif RI sepanjang 2021 mencapai USD35,34 miliar yang sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perdagangan Indonesia dengan total nilai ekspor USD231,54 miliar dan impor USD196,2 miliar.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.351 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.323 hingga Rp14.353 per USD. Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.338 per USD dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.359 per USD.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya