Awal Oktober, PLN dapat subsidi biodiesel
Merdeka.com - Pemerintah bakal memberikan subsidi biodiesel pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai awal Oktober mendatang. Saat ini, BUMN setrum itu memiliki kewajiban memakai biodiesel sebanyak 25 persen untuk bahan bakar pembangkit listrik.
"Sebelumnya selisih harga yang didukung oleh BPDP sawit itu hanya untuk keperluan Public service obligation. Tapi tadi diputuskan mulai 1 Oktober, maka dukungan itu diberikan juga kepada PLN," ujar Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi, Jakarta, Selasa (21/9).
Subsidi PLN itu guna menutupi selisih harga biodiesel dan solar yang saat ini mencapai sekitar Rp 2.500 per liter. Akibat penambahan ini, subsidi biodiesel membengkak menjadi Rp 2,5 triliun dari sebelumnya Rp 500 miliar.
Kebutuhan dana subsidi berpotensi tambah membengkak jika tahun depan harga minyak dunia tetap rendah dan sawit rebound.
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan pihaknya berencana menyerap biodiesel sekitar 266 ribu kiloliter tahun ini. Hingga Agustus 2015, realisasi penyerapan mencapai sekitar 150 ribu kiloliter.
"Tahun depan, kami sepakat untuk Biodiesel 30 persen. Kami akan serap lebih kurang 1 juta kiloliter," katanya. "Semoga rencana ini berjalan baik, sehingga harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani perlahan-lahan bisa merangkak naik."
Tak mau kalah, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya bakal menyerap biodiesel 1,2 juta kiloliter tahun ini. Dalam tiga bulan ke depan, Pertamina akan menyerap sekitar 966.785 kiloliter atau 330 ribu kiloliter per bulan.
"Maka dalam tiga bulan ke depan kami akan mengurangi impor sebesar USD 360 juta," katanya. "Sedangkan tahun depan, Pertamina bakal melakukan penyerapan 5,14 juta kiloliter, maka kami akan mengurangi impor sebesar USD 1,9 miliar." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya