Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aturan pemerintah buat realisasi investasi sektor Mamin melambat

Aturan pemerintah buat realisasi investasi sektor Mamin melambat Razia makanan dan minuman di supermarket Malang. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman menyentil kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang membuat realisasi investasi di sektor makanan dan minuman (Mamin) melemah. Data BKPM menyebut, minat investasi terhadap industri makanan dan minuman per Januari 2016 mencapai Rp 180 triliun. Namun, realisasinya baru tercapai sebesar Rp 40 triliun.

"Misalnya regulasi sumber daya air. Itu kan baru selesai November. Kemudian ketidakpastian upah, oleh karena itu GAPMMI, Apindo dan Kadin bertekad untuk melakukan perubahan-perubahan regulasi ini," ujar Lukman saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (16/2).

Lukman menyebut, sudah banyak investor yang menyatakan keinginannya atau minat untuk investasi pasca adanya perubahan regulasi PP Pengupahan. "Kemudian sumber daya air sudah ada kepastian. Itu menjadi daya tarik," ucapnya.

Oleh karena itu, Lukman percaya realisasi investasi di sektor makanan dan minuman hanya tertunda dan butuh waktu agar bisa masuk.

"Kalau investasi di Mamin bisa direalisasikan itu bagus sekali, meningkat banyak. Kami harapkan di 2016 bisa direalisasi," tuturnya.

"Tahun 2014 itu kan Rp 53 triliun, 2015 itu Rp 40 triliunan. Nah 2016 kita harap bisa Rp 50-60 triliun," pungkasnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP