Aturan hilirisasi buat optimisme bisnis Indonesia menurun
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei tendensi bisnis atau tingkat optimisme bisnis di Indonesia. Survei ini dilakukan BPS bersama Bank Indonesia. Dalam hasilnya, indeks tendensi bisnis pada kuartal I 2014 hanya 101,95. Angka ini menurun dari kuartal IV 2013 yang mencapai 104,72.
Kepala BPS Suryamin menyebut turunnya indeks tendensi bisnis karena ada aturan hilirisasi dalam UU Minerba No 4 Tahun 2009. Indeks tendensi bisnis yang mengalami penurunan tajam adalah sektor pertambangan dan penggalian dari 106,00 menjadi hanya 96,61.
Penurunan indeks tendensi bisnis juga terjadi pada sektor industri pengolahan dari 104,16 hanya menjadi 99,74. Selanjutnya sektor listrik, gas dan air bersih turun dari 107,33 menjadi hanya 99,96. Sektor konstruksi juga turun dari 106,31 menjadi 98,32. Serta sektor perdagangan, hotel dan restoran turun dari 106,94 jadi hanya 99,77.
"Optimismenya menurun mungkin karena ada Pemilu juga," tambah Suryamin.
Indeks tendensi bisnis yang baik adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan naik dari 95,54 menjadi 115, 79. Sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan juga naik dari 107,20 menjadi 108,43. Terakhir sektor jasa jasa juga mengalami kenaikan dari 103,33 menjadi 108,30
Suryamin memprediksi indeks tendensi bisnis akan kembali meningkat pada kuartal II 2014. Potensi bisnis kuartal II disebut akan lebih tinggi daripada kuartal I 2014. Seluruh sektor ekonomi diperkirakan akan mengalami peningkatan.
"Indeks tendensi bisnis kuartal II 2014 diperkirakan mencapai 105,98. Paling tinggi itu sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan. Ini karena adanya peningkatan harga produk, order luar negeri dan order barang input," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya