Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Astra tak tertarik beli saham Freeport

Astra tak tertarik beli saham Freeport Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - ‎Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Gidion Hasan mengaku tidak tertarik untuk membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia. Alasannya, Freeport masih diselimuti polemik dengan pemerintah Indonesia yang belum ada jalan keluarnya.

"Kami belum diskusi divestasi freeport jadi belum ada ketertarikan itu," kata Gidion Hasan di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (24/2).

Selain itu, permasalahan perubahan status kontrak dari Kontrak Karya (KK)‎ ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) juga masih mengalami perdebatan. Apalagi PT Freeport tak setuju status IUPK tersebut.

"IUPK dari KK masih menjadi perdebatan sendiri di freeport," kata dia.

Untuk diketahui, Astra terus mengembangkan bisnisnya yang tak hanya di bidang otomotif, salah satunya bidang pertambangan. Selama tahun 2016, Grup Astra memiliki 208 perusahaan dan didukung 214.835 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Bambang Gartot Ariyono mengatakan bahwa dia menganggap Freeport harus divestasi 51 persen saham tahun ini. Pertimbangannya, dia mengacu pada Pasal 97 PP No. 1 Tahun 2017.

Dalam ayat 1 pasal tersebut, dinyatakan bahwa pemegang IUP dan IUPK, seperti Freeport, saat ini wajib melakukan divestasi sahamnya secara bertahap hingga 51 persen sejak tahun kelima produksi sehingga pada tahun kesepuluh Indonesia sudah memiliki 51 persen saham. Freeport terhitung sudah melakukan kegiatannya di Indonesia sejak 1967, maka perusahaan asal Amerika ini terhitung sudah melewati batas 10 tahun itu.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP