Asosiasi nilai kredit usaha rakyat tanpa agunan hanya jargon
Merdeka.com - Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) M.Ikhsan menyebut kebijakan pemerintah soal Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan untuk UMKM hanya jargon semata. Sebab, banyak bank penyalur KUR yang mengenakan agunan.
"Keberpihakan mana? KUR pemerintah bilang tanpa agunan. Tapi mana? Semua masih ada agunannya. Terus yang beda apa? Penurunan bunganya doang. Itu hanya jargon," ujar Ikhsan di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (11/4).
Lanjut Ikhsan, kebijakan KUR justru dianggap tidak menarik bagi UMKM. Hal ini membuat UMKM masih banyak yang menggunakan jasa rentenir.
"KUR itu ribet persyaratannya, harus ini itu dan masih harus pake agunan. Jadi sekarang masih banyak rentenir seliweran di pasar, lebih mudah dijangkau dan ga ribet. Toh ada atau tidak ada KUR mereka masih bisa hidup," katanya.
Selain itu, kata Ikhsan, kebijakan KUR tidak sepenuhnya mengarah untuk UMKM yang tidak mampu secara finansial.
"KUR yang dibiayai adalah usaha yang bisa bayar dan feasible.Yang tidak seperti itu silahkan mati," paparnya.
Untuk itu, pihaknya meminta BKPM untuk lebih fokus lagi kepada UMKM. "KUR itu hanya dukungan berusaha. Pemerintah harus berihak kepada UMKM, mau tidak mau karena ini pilar," pungkasnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya