Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arcandra soal Permen ESDM: Ini produk manusia, pasti ada yang kurang

Arcandra soal Permen ESDM: Ini produk manusia, pasti ada yang kurang Arcandra Tahar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar mengatakan setiap peraturan yang dibuat manusia pasti ada kekurangan. Hal ini diungkapkan Arcandra menanggapi peraturan mengenai bagi hasil atau gross split blok migas yang baru saja diterbitkan.

Terkait Peraturan Menteri ESDM nomor 8 tahun 2017 yang mengatur hal tersebut, Arcandra mengakui masih memerlukan perbaikan terus menerus. Dengan begitu, Permen tersebut dapat memenuhi keinginan semua pihak tanpa merugikan salah satu pihak.

"Ini adalah produk manusia. Yang namanya produk manusia itu dalam beberapa angle pasti ada yang kurang. Tidak bisa produk manusia memenuhi semua memenuhi kebutuhan manusia. Untuk itu saya sepakat continous improvement," kata Arcandra di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/1).

"Tapi coba lakukan ini dulu, nanti impactnya seperti apa. Seperti apa bagi hasil atau gross split ini bisa menciptakan iklim invest lebih bagus, dan apa ini akan bisa meningkatkan kegiatan eksplorasi kita. Kita akan lihat," tambahnya.

Arcandra meyakinkan bahwa negara diuntungkan dengan adanya sistem bagi hasil ini. Selain itu, sistem gross split tidak akan menghilangkan kendali negara.

"Saya sebut demikian karena banyak hal, seperti penentuan wilayah kerja ditentukan oleh negara," ujar Arcandra.

Arcandra mengatakan negara juga memegang kendali dalam sistem gross split dengan penentuan kapasitas produksi, lifting dan aspek komersil migas yang ditentukan oleh pemerintah. "Kendali lain yang kita peroleh seperti pembagian hasil ditentukan oleh negara. Dengan begitu penerimaan negara menjadi lebih pasti," ujar Arcandra.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP