Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

April 2021, Jumlah Wisatawan Domestik di Bali Naik Capai 4.500 per Hari

April 2021, Jumlah Wisatawan Domestik di Bali Naik Capai 4.500 per Hari Bali. ©2013 Merdeka.com/perfecttravellers.com

Merdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat, jumlah wisatawan domestik yang berlibur ke Bali di April 2021 mencapai 4.500 wisatawan per hari. Jumlah ini meningkat dari bulan Januari 2021 yang hanya 2.200-2.500 wisatawan domestik per hari.

"Wisatawan domestik di Bali mengalami peningkatan. Awal kami bertugas di bulan Januari, tingkat wisata ini di level 2.200 sampai 2.500. Tapi per hari ini 4.000 sampai 4.500," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (27/4).

Tak hanya di Bali, Yogyakarta sebagai destinasi tulang punggung juga mengalami hal serupa. Tercermin dari adanya peningkatan hunian hotel dan kesiapan daerah-daerah dalam menyambut acara yang bisa mengisi kegiatan berwisata.

Apalagi jelang akhir bulan ramadan dan libur lebaran. Sandiaga memastikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata harus meningkatkan penerapan protokol kesehatan. "Tentu (disiapkan) dengan protokol kesehatan yang ada peningkatan," imbuhnya.

Pun dengan di Sumatera Barat. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebut sudah melihat ada geliat peningkatan kunjungan wisatawan domestik di Tana Minang tersebut. "Di Sumbar (Sumatera Barat) geliat dari peningkatan kunjungan juga mulai dirasakan," kata dia.

Capaian ini menunjukkan penerapan protokol kesehatan sektor pariwisata mampu meyakinkan masyarakat untuk mulai kembali berwisata. Sehingga masyarakat mau kembali membelanjakan uangnya untuk keluar rumah.

Namun, hal itu saja dininali masih belum cukup. Pemerintah harus memastikan lebih banyak zona hijau dan daerah-daerah tidak dalam status zona merah. "Ini yang harus kita selesaikan sebagai prioritas utama," katanya.

Adanya larangan mudik ini akan berdampak pada kunjungan wisata di tempat wisata domestik. Peningkatan kunjungan wisata juga harus tetap diwaspadai. Kasus kerumunan di India harus menjadi contoh agar tidak terjadi di Indonesia. "Belajar dari India, dari prosesi yang menimbulkan kerumunan dan tentunya menimbulkan potensi resiko yang besar," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP