Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

APP: Pelaku usaha harus libatkan masyarakat cegah kebakaran hutan

APP: Pelaku usaha harus libatkan masyarakat cegah kebakaran hutan Kebakaran hutan. ©Reuters/NASA

Merdeka.com - Keberhasilan konservasi lansekap hutan di kawasan Asia-Pasifik sangat tergantung pada keterlibatan petani kecil, masyarakat adat dan komunitas lokal. Untuk itu, pelaku usaha harus mendorong keterlibatan masyarakat setempat untuk mencegah kebakaran hutan.

"Pentingnya kerja sama semua pihak untuk mencapai komitmen pengurangan emisi melalui keterlibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan, sekaligus pemberdayaan masyarakat desa," ujar Direktur Hubungan Strategis Korporat Asia Pulp & Paper (APP) Elim Sritaba dalam keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta, Jumat (11/11).

Pendekatan tersebut menjadi fondasi dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang pertama diluncurkan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas tahun lalu. Program ini ditargetkan terbentuknya 500 DMPA sampai dengan tahun 2020.

DMPA merupakan program terpadu antara perusahaan dengan masyarakat lokal untuk bersama-sama mengembangkan potensi diri dalam memberi nilai tambah sosial ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar, salah satunya melalui kegiatan agroforestri.

Satu tahun setelah diluncurkan, 58 desa sudah menerima manfaat dari program DMPA dan 22 desa lainnya diharapkan akan menyusul jelang akhir tahun. Desa-desa penerima manfaat program DMPA dipilih berdasarkan jarak mereka dari konsesi, serta penilaian soal tingkat kerentanan mereka terhadap kebakaran hutan, deforestasi dan konflik atas sumber daya alam.

"Program ini mendukung dan sejalan dengan tujuan Pemerintah agar sektor industri berkontribusi dalam proyek percontohan pengembangan kelembagaan pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan. Melalui program DMPA, diharapkan dapat diperoleh pedoman praktik terbaik dan standar operasi dan prosedur yang bisa digunakan di desa-desa," jelasnya.

Ketika sebuah desa diberi program DMPA, pendapatan desa tersebut diharapkan naik 50-70 persen dalam kurun tiga tahun lewat berbagai kegiatan ekonomi yang terkait erat dengan potensi hutan alam. Dengan demikian, warga desa pun memiliki kepentingan langsung untuk melindungi hutan.

Proyek-proyek DMPA yang sudah berjalan sejauh ini termasuk ternak kambing, panen padi, budidaya sayuran, serta produksi biodiesel di Kalimantan Barat dengan menggunakan tanaman kemiri sunan. Proyek pengembangan biodiesel kemiri sunan ini diharapkan bisa memberi kontribusi pada program pemakaian mandatori biodiesel B15, selain juga menjadi komoditas ekspor.

"Warga desa adalah nadi dari segala upaya konservasi dan restorasi hutan – inilah yang perlu disadari di saat kita berusaha mewujudkan perjanjian menjadi langkah konkrit di ajang COP22. Pengalaman kita dengan DMPA menunjukkan bahwa program ini secara simultan menguntungkan warga desa, hutan dan operasional perusahaan," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP