Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apindo tuduh pemerintahan SBY cuma mau enak

Apindo tuduh pemerintahan SBY cuma mau enak Buka Bersama SBY. rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengaku kesal dengan keputusan pemerintahan SBY yang menaikkan tarif dasar listrik industri secara keseluruhan. Kenaikan tarif listrik industri harusnya tidak dilakukan karena industri adalah sektor ekonomi yang produktif.

Dia meminta pemerintah mencabut subsidi BBM agar tidak terjadi defisit anggaran. BBM yang disubsidi selama ini hanya dihabiskan tanpa produktif dan terbuang jadi asap.

"Pemerintah memotong anggaran karena subsidi BBM. Harusnya subsidi BBM dikurangi. Listrik untuk industri ini buat pengerjaan, menciptakan lapangan kerja," ucap Sofjan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (19/6).

Apabila tarif listrik harus naik, pemerintah harus pula menaikkan tarif listrik rumah tangga. Listrik rumah tangga dinilai juga tidak produktif fan tidak menggerakkan perekonomian nasional. Hal ini tentu berbeda dengan industri.

"Jika musti naiknya harusnya rumah tangga. Industri malah seharusnya dikasih insentif, karena industri kerja produktif. Harusnya rumah tangga naik. Pemerintah sekarang mau enaknya saja disaat mereka tinggal tinggal bulan ini saja. Nanti setelah pemerintah baru saja kita komplain," katanya.

(mdk/arr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP