Apindo: Suku bunga kredit Indonesia paling aneh di Asean
Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo menilai suku bunga kredit rata-rata perbankan Indonesia sebesar 12,6 persen sudah kalah bersaing di Asean. Sebab, lebih tinggi ketimbang Filipina sekitar 4 persen, Malaysia 5 persen, dan Vietnam 8 persen.
"Kalau bicara suku bunga, Indonesia paling aneh di Asean, sudah tak kompetitif. Penurunan suku bunga bukan permintaan sektor riil, melainkan memang sudah seharusnya turun. Jika tidak, Indonesia akan kehilangan momentum untuk tumbuh," katanya saat diskusi terkait penurunan suku bunga kredit, Jakarta, Rabu (16/3).
Sayang, menurut Hariyadi, Bank Indonesia membuat kebijakan justru menghambat penurunan suku bunga. Bank sentral lebih banyak menyerap dana perbankan ketimbang mendorong penggelontoran dana ke sektor usaha.
Alhasil, likuiditas menjadi ketat. Ini terlihat dari jumlah uang beredar hanya sekitar 41 persen dari produk domestik bruto (PDB). Seharusnya, jumlah uang beredar setara nominal PDB.
"Perbankan lebih memilih menempatkan dana di sertifikat BI dengan bunga 7 persen, sehingga mereka malas menyalurkan kredit," katanya.
"Kalau BI menjalankan kebijakan kontraksi ketimbang ekspansi, tak akan turun suku bunga kredit."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya