Apindo soal demo 4 November: Jangan sampai pengalaman 1998 terulang
Merdeka.com - Pada Jumat (4/11) mendatang, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang mengaku berada di payung Gerakan Nasional Pembela Fatwa-majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan melakukan unjuk rasa. Demo tersebut dilakukan perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama atau akrab disapa Ahok.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita berharap, demo tersebut berjalan lancar tanpa ada kerusuhan. Jangan sampai demo tersebut menyebabkan kerusakan atau bentrok seperti demo tahun 1998 karena akan berdampak ke perekonomian Indonesia.
"Kalau kita begini hanya mendoakan agar demo berjalan lancar agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat, misalnya jangan sampai menutup tol, jangan sampai terjadi bentrok kita. Jadi orang boleh beda pendapat jangan sampe bentrok sebab kita tujuannya membangun negara," katanya saat ditemui di Pasific Place, Jakarta, Rabu (2/11).
"Setiap perbedaan itu adalah kekuatan kita. Jangan sampai ada perpecahan di antara kita sebab kerusuhan atau bentrok ekonomi kita akan turun bisa 5 tahun lagi nanti makin banyak orang susah kita sudah pengalaman 1998 jangan sampai terulang," jelasnya
Suryadi mengimbau para pengusaha untuk tetap tenang tanpa harus menutup toko mereka. "Jangan memicu hal-hal yang bisa membuat emosi semua berjalan biasa jangan sampai memiliki sikap menutup semua itu juga tidak bagus."
Meski demikian, Suryadi mengakui demo tersebut akan berdampak dan mengganggu aktivitas usaha, terlebih itu dilakukan di pusat kota.
"Pasti mengganggu, aktivitas keluar (orang yang belanja) terganggu meskipun tidak terlalu banyak. Kerugian juga pasti ada tapi jumlahnya kecil," katanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya