APBN terbatas, ESDM buka kesempatan swasta investasi
Merdeka.com - Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum cukup membiayai program elektrifikasi di Indonesia. Dengan begitu, ESDM akan membuka kesempatan bagi swasta untuk melakukan investasi energi baru dan terbarukan.
"Dengan APBN yang ada kita hanya bisa melistriki 120 titik per tahun. 2011-2016 kalau lancar itu baru melistriki 42.000 kepala keluarga (KK). Sedangkan, KK di Indonesia ada 9 juta. Jadi kemampuan APBN sangat terbatas. Sehingga kita selain menyediakan APBN, kita juga akan libatkan swasta," kata Rida di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (28/2).
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, William Sabandar menambahkan, dalam percepatan program elektrifikasi, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 30-40 triliun hingga empat tahun ke depan. Sedangkan, APBN hanya mampu menyediakan sekitar Rp 16 triliun hingga empat tahun ke depan. Sehingga, dengan pelibatan berbagai pihak diyakini bisa menutupi kekurangan tersebut.
"Sumber lain itu yakni pelibatan IPP (Independent Power Producer) dalam Indonesian Terang, pelibatan dana donor yang akan masuk, dan kerjasama antara ESDM dengan OJK dalam memanfaatkan dana non bank," jelas William.
Seperti diketahui, Kementerian ESDM tengah mendorong program Indonesia Terang guna mempercepat pengaliran listrik di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk program ini sendiri, ada enam provinsi yang jadi prioritas, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya