Antisipasi Resesi, Jokowi Ingin Perjanjian Perdagangan Ditingkatkan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan tantangan berat ekonomi global tahun depan. Terlebih lagi, lembaga-lembaga internasional memperkirakan ekonomi global menuju ke arah resesi.
"Oleh sebab itu, semuanya harus kita antisipasi dan ini bolak balik saya sampaikan, kuncinya ada di pertama peningkatan ekspor dan substitusi barang-barang impor. Kedua, yang sangat penting adalah juga investasi," tegas Jokowi dalam rapat terbatas tentang Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10).
Mantan Gubernur DKI ini menekankan, peningkatan ekspor harus sejalan dengan investasi. Kerja sama perdagangan dengan negara-negara lain juga harus terus ditingkatkan.
"Saya sudah sampaikan baik kepada Mendag dan Wamendag, Menlu dan Wamenlu, saya sampaikan secara khusus bahwa perjanjian perdagangan harus kita lakukan secara terus menerus tanpa henti," ucapnya.
Saat ini, RI telah menandatangani kerja sama perdagangan dengan Australia. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Negeri Kanguru itu secara bertahap.
Jokowi ingin, perjanjian kerja sama tidak hanya dengan Australia. Melainkan menyasar negara-negara anggota ASEAN plus enam. Mereka adalah India, China, Korea Selatan, Jepang dan Selandia baru.
"Ini yang belum kita miliki perjanjian perdagangan dengan mereka. Saya minta agar diselesaikan. Dalam akhir tahun depan harus rampung. Sehingga yang berkaitan dengan ekspor bisa kita lakukan," katanya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya