Antisipasi pertemuan The Fed akan buat IHSG masuk zona merah
Merdeka.com - Penguatan selama beberapa hari terakhir pasca penurunan tajam sejak akhir bulan Mei tampaknya harus tertahan untuk sementara waktu. Pasalnya, meski telah diputuskan bahwa harga BBM akan naik namun, pelaku pasar masih menunggu kepastian selanjutnya terutama dari waktu pelaksanaan kenaikan harga tersebut.
Analis Trust Securities Reza Priyanbada mengatakan di sisi lain, aksi wait and see pelaku pasar di bursa saham Asia jelang pertemuan The Fed untuk membahas kepastian kelanjutan program stimulus pada Rabu (19/6) waktu AS turut berimbas pada laju indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Banyak pihak optimis dengan kelanjutan kenaikan namun, penguatan IHSG hanya bertahan di sesi awal dan selebihnya mulai menurun. Ditambah lagi dengan asing yang masih jualan membuat IHSG harus menyerah dan meninggalkan zona hijaunya," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (20/6).
Dia menambahkan, untuk bursa saham Eropa variatif cenderung melemah di tengah penantian pelaku pasar terhadap pidato The Fed pada malam ini (Rabu(19/6) waktu AS).
Sementara itu, bursa saham AS juga akan variatif hingga pelaku pasar mendapat kejelasan dari pidato The Fed tersebut.
Sedangkan indeks saham Asia variatif cenderung melemah jelang pertemuan The Fed pada Rabu (19/6) waktu AS.
"Pelaku pasar bersikap menahan diri dan kembali mengkhawatirkan isi pidato The Fed yang tidak akan jauh berbeda dengan pertemuan FOMC sebelumnya terkait rencana pengurangan nilai stimulus," jelas dia.
Selain itu pergerakan nilai tukar Rupiah naik tipis terimbas kenaikan AUD dan Yen setelah pelaku pasar mencoba meyakinkan diri bahwa The Fed akan menolak mengurangi program pembelian obligasinya karena masih kurang kuatnya data-data yang dirilis di AS.
Pada perdagangan Kamis (20/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.785-4.810 dan resistance 4.835-4.895.
"Aksi antisipasi pertemuan The Fed ini bisa saja membuat IHSG melemah jika tidak ada hal positif yang dihasilkan. Untuk itu, tetap cermati dan waspadai sentimen yang ada yang dapat membalikkan kondisi pasar," tutupnya.
Adapun pertimbangan saham-saham pada perdagangan hari ini adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Lippo Cikarang Tbk (LPKR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), PT Pakowun Jati Tbk (PWON), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya