Antisipasi kenaikan harga, Pemprov Jatim sebar 100 Kg cabai per hari
Merdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur tengah menyiapkan antisipasi kenaikan harga cabai makin meninggi. Salah satunya, dengan mendistribusikan 100 kilogram (Kg) cabai di tiap titik pasar untuk per harinya.
Kadisperindag Jawa Timur, M Ardi Prasetyawan mengatakan kenaikan harga cabai yang selangit ini, lebih disebabkan oleh faktor cuaca. Disperindag pun menggandeng Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero).
"Kami hanya menyediakan cabai rawit dan beberapa komoditas yang harganya mengalami kenaikan. Dan ini adalah program stabilisasi harga, bukan operasi pasar (OP)," kata Ardi di kantornya, Selasa (10/1).
Program stabilisasi harga ini, lanjutnya, dilakukan di beberapa pasar, seperi Pasar Wonokromo, Pasar Tambakrejo, Surabaya serta beberapa daerah di Jawa Timur. "Program ini kita mulai pada 8 Januari kemarin, dan kami menyiapkan 100 kilogram cabai rawit merah untuk setiap harinya, di tiap titik," katanya.
Harga cabai yang dijual Disperindag ke pasar, hanya Rp 75.000 per Kg untuk cabe rawit merah dan Rp 37.000 per Kg untuk cabe rawit hijau. Dengan program stabilisasi ini, Disperindag berharap akhir Januari nanti harga cabe kembali normal, yaitu Rp 30.000 per Kg.
Menurut Ardi, kenaikan harga cabai ini terjadi di hampir seluruh wilayah, termasuk di Jawa Timur. "Di Jatim, rata-rata harga cabai mencapai Rp 90.000 per Kg. Yang mahal itu memang cabai rawit. Ada juga cabai rawit, cabai keriting dan cabai biasa," ucapnya.
Ardi juga mengungkapkan, faktor cuaca juga berpengaruh terhadap tingginya harga cabai di pasaran. Sebab, cabai tidak bisa terkena air. Ketika musim hujan tiba, produksi cabai akan rusak.
"Sehingga produksinya turun sampai 60 persen. Padahal, demand atau kebutuhan orang mengkonsumsi cabai tidak berubah," jelas Ardi.
Ardi membantah jika kenaikan harga cabai ini karena ulah spekulan. Namun, Pemprov Jawa Timur yang bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pasti akan menindak tegas jika menemukan praktik monopoli pasar.
"Memang, harga cabai naik ini merupakan mekanisme pasar. Fluktuasinya sangat cepat untuk cabai ini. Kami juga melakukan pengecekan ke produsen (petani). Harga cabai di petani memang berada di kisaran Rp 70.000 sampai 80.000 per Kg," tutup Ardi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya