Anomali, inflasi Januari 2014 diperkirakan di atas 1 persen
Merdeka.com - Bank Indonesia memerkirakan inflasi Januari tahun ini bisa mencapai di atas 1 persen. Ini merupakan sebuah anomali jika menengok sejarah inflasi di periode yang sama tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1 persen.
Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo mengatakan salah satu penyebab anomali inflasi bisa terjadi pada Januari ini adalah distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terhambat cuaca buruk.
"BBM seperti apa ke depan? Karena banjir ini saya perkirakan di atas 1 persen. Lebih tinggi dibanding historisnya," ujarnya di sela-sela Indonesia Investor Forum ke-3, Jakarta, Selasa (21/1).
Selain BBM, Budi juga melihat bahan pangan berpotensi mengerek inflasi. Sebab, pemerintah sudah melaporkan bahwa distribusi bahan pokok antarpulau terganggu menyusul maklumat penghentian pelayaran selama gelombang tinggi melanda perairan Indonesia.
Kendati demikian, Doddy menilai target inflasi tahunan masih mungkin tercapai. Asal, distribusi pangan selepas Januari berjalan baik. "Ketersediaan pangan kalau bisa seperti 2013, terjaga sampai akhir tahun," cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan inflasi Januari 2014 dipastikan cukup tinggi. Mengingat, penaikan harga bahan pangan sudah menjadi tradisi awal tahun.
"Memang kita harus lihat, Januari secara historis memang agak tinggi dibanding bulan-bulan lainnya," ujarnya
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, tahun lalu, inflasi Januari mencapai 1,03 persen. Saat itu, cuaca buruk jadi biang keladi penyebab penaikan harga komoditas segar. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya