Anindya Bakrie: Saham Path bukan dibeli dari utang
Merdeka.com - Aksi ekspansi Bakrie Grup menginvestasikan dananya di media sosial Path menyita perhatian dan menimbulkan pertanyaan. Terlebih dana yang diinvestasikan cukup besar yakni USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar. Di sisi lain, Grup Bakrie tengah dibelit persoalan utang yang tak kunjung terurai dan menggurita di sebagian besar anak usahanya.
Presiden Komisaris PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Bakrie menegaskan bahwa saham Path dibeli dari dana internal, bukan dari utang atau pinjaman.
"Bukan (pinjaman). Path murni dari Bakrie Global, bukan dari VIVA Tbk atau yang lain. Bakrie global private equity, dari dana internal," ujar Anin di Kantor ANTV, Kuningan, Jakarta, Senin (3/2).
Walaupun harus menggelontorkan dana besar, Bakrie rela menginvestasikan dana di Oath dengan alasan prospek bisnis yang cukup besar. Terlebih kecenderungan masyarakat Indonesia lebih menyukai menggunakan media sosial dalam berinteraksi. Ini melandasi perseroan untuk menggarap bisnis sosial media di Indonesia.
"Saya sampaikan bahwa masyarakat Indonesia merupakan pengguna Path terbesar kedua di dunia," tegas Anin.
Dalam pandangannya, untuk menggarap bidang media sosial hanya ada dua pilihan yakni membuat sendiri atau berinvestasi di media sosial yang sudah ada. Cara kedua dinilai lebih mudah dilakukan.
"Intinya, ada dua cara bikin sendiri platformnya dan pasang di Indonesia. Yang kedua, investasi, platformnya sudah jalan, marketingnya sudah jalan, aplikasinya kita bantu di Indonesia. Sekali-kalilah Indonesia yang investasi di luar," ucap Anin.
Bakrie Grup melalui Bakrie Global Ventura telah menginvestasikan dana sebesar USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar di Path. Pilihan berinvestasi di Path, tidak lepas dari nama dagang atau brand Path yang sudah sangat dikenal di Indonesia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya