Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Angkasa Pura bakal sulap Terminal 1 dan 2 Bandara Cengkareng jadi LCCT

Angkasa Pura bakal sulap Terminal 1 dan 2 Bandara Cengkareng jadi LCCT Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bandara Soekarno Hatta bakal memiliki terminal Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Langkah ini diambil untuk menggenjot industri pariwisata Indonesia. Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa terminal 1 dan terminal 2 akan disulap menjadi terminal LCCT domestik dan internasional.

"Saya sudah melaporkan kepada 3 menteri, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan bahwa Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan kita fokuskan di LCCT domestik. Kemudian yang kedua terminal 2 akan difokuskan jadi terminal LCCT terminal domestik dan internasional," kata Awaluddin di Gedung Menara BCA, Jakarta, Kamis (9/8).

Pendanaan revitalisasi tersebut menggunakan keuangan internal perusahaan. Revitalisasi di prediksi akan menghabiskan dana hingga Rp 3,7 triliun.

"Kegiatannya multi years selama 3 tahun. Terminal 1 dalam 3 tahun akan menghabiskan biaya Rp 1,9 triliun. Terminal 2 menyerap dana sekitar Rp 1,8 triliun selama 3 tahun sehingga total revitalisasi kurang lebih Rp 3,7 triliun," ujarnya.

Sementara itu, untuk terminal 3 akan menjadi terminal dengan layanan Full Service Carriers (FSC). "Terminal 3 sementara akan kita fokuskan hanya untuk full service carrier terminal."

"Bagaimana nanti dengan terminal 4? Itu yang kemudian tadi kita sebutkan bahwa kita akan menyelesaikan 3 design konseptual, basic dan detail engineering design untuk kemudian nanti kita akan fokuskan kemana terminal 4."

Dia berharap, keberadaan terminal LCCT bisa menggenjot wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. "Kenapa kita perlu terminal yang dengan kategori LCCT? Karena yang memang kita akan dorong adalah pertumbuhan traffic pariwisata. Pariwisata sudah menjadi sector dan akan menjadi core ekonomi baru."

Saat ini, lanjutnya, arus kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia hampir seluruhnya melalui jalur udara. "Beda sama negara negara lain seperti daratan Eropa, Amerika, China yang memang dia sangat luas kan."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP