Anggota DPR Sindir Target Lifting Migas 1 Juta Barel per Hari
Merdeka.com - Pemerintah menargetkan produksi lifting migas capai 1 juta barel per hari pada 2025. Target tersebut dimajukan dari semula yaitu tahun 2030.
Target yang membuat takjub sekaligus membuat bertanya-tanya, mungkinkah Indonesia bisa mengejar target tersebut dalam waktu yang singkat?
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Kardaya Warnika menyebut, target tersebut tidak realistis, apalagi perusahaan yang melakukan lifting migas seperti Pertamina EP saja tidak capai target pendapatan dan laba tahun lalu.
"Ini bukannya kami nggak percaya, cuma mengingatkan, realistis nggak? Mau 1 juta barel per hari, 2030 saja kami sudah pesimis, apalagi 2025. Ini harus disingkronkan," ujarnya saat rapat Komisi VII bersama petinggi Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi, Selasa (4/2).
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf memaparkan kinerja perusahaan tahun 2019. Pendapatan dan laba yang diperoleh melesat dari prediksi, pun capaian lifting yang tidak menyentuh target APBN.
"Target kami 2019 bisa raup USD 3,8 miliar, realisasi kami sebesar USD 3,5 miliar. Kemudian target laba 2019 USD 639 juta, realisasinya USD 758 juta," ujar Nanang.
Pertamina Hulu Energi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSedangkan untuk Pertamina Hulu Energi justru kebalikannya. Perusahaan mencatatkan kinerja positif dimana selama operasional dari 2015 hingga 2019, pertumbuhan laba naik 27 persen.
"Pada 2019 kami mencatatkan laba USD 537 juta, naik 6 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD 477 juta," ujar Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Meidawati.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya