Anggota DPR: Di NTB, dalam sehari lima kali mati lampu
Merdeka.com - Kebutuhan listrik Indonesia sangat tinggi. Selain rasio elektrifikasi yang rendah, rata-rata konsumsi listrik Indonesia juga masih kecil. Di bandingkan Malaysia, konsumsi listrik Indonesia hanya seperlimanya saja.
Kondisi ini diperparah dengan krisis listrik di pelbagai daerah. "Di NTB saja listrik mati bukan tiap hari mati, tapi sehari 5 kali. Tambahan listrik 2015 juga masih kurang mengejar elektrifikasi selevel pulau Jawa," kata anggota Komisi VII DPR Kurtubi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/1).
Sebagai solusi krisis listrik tanah air, Kurtubi meminta pemerintah memprioritaskan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Nuklir dibutuhkan sebagai sumber energi utama dan seharusnya bukan lagi menjadi pilihan terakhir.
"90 negara sudah membangun nuklir. Kita copy paste pengamanan negara lain yang paling aman," ucap Kurtubi.
Dia berharap pemerintah Jokowi-JK mulai beralih menggunakan nuklir. Secara makro, ini akan membantu mengejar rasio elektrifikasi mencapai 99 persen.
"Selain rasio, rata rata konsumsi listrik per kapita kita masih kecil. Saya minta PLTN dibuka sekarang, jangan jadikan pilihan terakhir," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya