Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggaran subsidi BBM bisa membengkak Rp 96 triliun

Anggaran subsidi BBM bisa membengkak Rp 96 triliun Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah menyatakan alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan membengkak sebesar Rp 96 triliun. Dengan kata lain, subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp 234,2 triliun, jauh di atas pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tingginya konsumsi BBM saat ini membuat pemerintah meyakini bahwa kuota yang telah ditetapkan pasti akan terlewati. Dalam perhitungannya, pemerintah telah menghitung perkiraan harga ICP dan realisasi BBM bersubsidi.

"Kalau harga rata-rata minyak USD 119 per barel, dan 42 juta kilo liter, dengan kebijakan yang dijalankan maka subsidi BBM dari Rp 137,4 triliun akan jadi Rp 234,2 triliun," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (4/5).

Subsidi listrik juga diperkirakan melebihi pagu yang ditetapkan sebesar Rp 65 triliun. Namun Hatta yakin defisit masih dipatok sebesar 2,23 persen. "(subsidi) Listrik sekitar Rp 75 triliun," ucapnya.

Hatta melihat, hingga akhir tahun diperkirakan tidak akan ada kenaikan harga BBM. Sebab, harga minyak dunia mulai turun. Tingginya anggaran subsidi, membuat pemerintah terus mendorong program konversi menjadi BBG.

Hatta menegaskan bahwa BBG merupakan masa depan bahan bakar Indonesia. "Ada atau tidak ada kenaikan harga minyak dunia, maka Indonesia strateginya mendorong konversi ke gas," imbuhnya.

(mdk/oer)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP