Anggap kultur bangsa, Menteri Susi tak ingin petani garam lenyap
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak ingin garam impor membanjiri Indonesia. Sebab, itu bakal melenyapkan petani garam.
"Saya berpikir profesi itu adalah ciri dan kultur bangsa kita. Benar petani garam tidak sehebat petani ikan, Tapi mereka melestarikan profesi petani garam," ucap Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR-RI, Jakarta, Senin (26/1).
Dia berjanji bakal menyetop impor garam pada 2016. Di sisi lain, dia juga memikirkan cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam.
"Mereka melestarikan budaya. Kami akan membantu petani garam."
Sebelumnya, dia menyatakan optimistis swasembada garam nasional bisa dicapai akhir 2015. Itu lebih cepat dua tahun ketimbang target swasembada ditetapkan PT Garam pada 2017.
"Mosok impor garam nunggu dua tahun. Menteri Kelautan dan Perikanan tidak terima swasembada 2017."
Dia menambahkan, pihaknya telah menghapus anggaran subsidi BBM untuk kapal di atas 30 gross tonnage (GT). Ini bertujuan agar anggarannya bisa dialihkan untuk mendukung percepatan swasembada garam.
"Ini pengalihan subsidi tadi, jadi kita bisa swasembada garam. Jangan alasan karena segelintir pengusaha, impor terus dijalankan."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya